Hukum Membuka Aura Dalam Islam

Hukum Membuka Aura Dalam Islam

Apa hukum buka aura menurut islam?

Sebelum membahas Hukum Membuka Aura Dalam Islam. Lebih baik kita membahas penjelasan atau pandangan islam tentang AURA. Aura dalam sudut pandang islam sudah dikenal sejak lama. Bahkan dalam Al Quran sendiri telah dijelaskan aura dalam islam dan artinya.

Pengertian aura dalam islam

Menurut Agus Mustofa, al-Qur’an sendiri memberikan informasi yang banyak tentang warna gelap dan terang ini, malahan perbedaan warna-warna pelangi aura sedikit sekali disinggung. Warna-warna pelangi aura menunjukkan perbedaan frekuensi. Sedangkan gelap­terang memberikan informasi kejernihan dari berbagai “pengotor”.

Dengan demikian, warna-warna gelap diidentikkan dengan kotoran dan kejahatan. Sedangkan, warna-warna terang diidentikkan dengan kemurnian dan kebaikan. Maka tak heran apabila al-Qur’an selalu menggunakan istilah cahaya yang terang benderang untuk orang-orang yang beriman serta suka berbuat kebaikan, dan gelap gulita untuk orang-orang kafir, munafik, dan banyak berbuat dosa.

Mengenai kedua golongan ini, Allah Swt, berfirman:

“(Yaitu), pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. (Dikatakan kepada mereka), ‘Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. al-Hadiid (57): 12)

Ayat ini menjelaskan tentang aura terang bagi orang-orang yang beriman. Dalam ayat lain, Allah Swt. juga berfirman:

“Dan, orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi de ngan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya .” (QS. Yunus [lO): 27).

Ayat ini menj elaskan tentang aura gelap orang­orang yang berbuat dosa. Allah Swt. juga berfirman:

“Allah pelindung orang-orang yang beriman, dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan, orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka mereka kekal di dalamnya .” (QS. Al­Baqarah {2 }: 25 7).

Dari penjelasan ini, bisa diambil kesimpulan bahwa aura dapat digunakan untuk menjelaskan cahaya batin seseorang. Orang yang banyak berbuat baik, maka cahaya batinnya akan terang dan ini akan tampak pada aura mahkota (wajah)-nya. Namun sebaliknya, orang yang banyak berbuat dosa, maka cahaya batinnya akan gelap gulita dan hal ini juga akan tampak pada wajahnya.

Arti aura dalam islam sendiri sering disebut dengan “CAHAYA“.

Hukum Membuka Aura Dalam Islam

Membuka aura dalam islam sendiri bisa dilakukan dengan berperilaku baik kepada sesama manusia, menjalankan segala perintah Allah SWT dan juga menjauhi segala larangannya. Serta bisa juga mengamalkan doa buka aura dalam islam.

Cara membuka aura dalam ajaran islam dengan mengerjakan amalan yang baik akan mampu membuat aura atau cahaya batin dalam diri seseorang semakin tinggi. Dengan energi aura yang positif akan membantu membuat hidup anda menjadi lebih mudah. Anda akan menjadi sosok yang dikagumi dan didambakan setiap orang. Mudah mendapatkan keberuntungan dan lain sebagainnya.

Apabila anda ingin membuka aura dengan mudah, aman dan juga halal. Bisa kami bantu dengan menggunakan sarana batu kristal dari alam. Dengan kristal buka aura ini akan membuat pancaran aura dalam diri anda semakin keluar berkat energi dari batu kristal ini. Untuk mendapatkannya silahkan membuka halaman Kristal Buka Aura Istimewa.

Itulah Hukum Membuka Aura Dalam Islam yang bisa kami sampaikan. Apabila ada pertanyaan berkaitan buka aura ini anda bisa menghubungi kami di kontak WA/TELP/SMS : 0858 6564 2015.

KONSULTASI SILAHKAN HUBUNGI KAMI