Ingin Sukses Berdagang? Ikuti Cara Berdagang Rasulullah

Ingin sukses berdagang?

Jika Anda memang mencari cara atau panduan untuk mensukseskan usaha, toko, warung, restoran dan usaha lainnya, baca artikel ini sampai akhir.

Dalam islam sendiri, bergadang ataupun berwirausaha dikira bagaikan salah satu pekerjaan yang mulia, apalagi memudahkan datangnya rezeki Allah SWT. Sebagaimana dipaparkan dalam sesuatu hadist terkemuka yang berbunyi,

“ 9 dari 10 pintu rezeki ada dalam perdagangan”

Rasul kita, Nabi Muhammad SAW pula seseorang pedagang sejati. Disebutkan dalam sejarah kalau dia mengawali bisinisnya semenjak berumur 12 tahun. Dia diketahui bagaikan orang dagang yang jujur, ramah apalagi sukses.

Seluruh ketahui, siapa yang menjajaki sunnah Rasul hendak makmur hidupnya dunia ataupun akhirat. Nabi Muhammad SAW ataupun Rasulullah ini tadinya merupakan orang dagang yang sukses. Tidak cuma sukses di negeri Arab, namun pula sukses berbisnis di luar negara.

Bagi sejarah, Rasulullah sukses berbisinis di 6 kota antara lain adalah Syam( Syuriah), Bahrain, Yordania serta Yaman. Seluruhnya dijalanin oleh Rasulullah dengan hasil yang sangat memuaskan, apalagi tidak merugi.

Doa Berdagang Supaya Jualan Laris

Doa berdagang supaya jualan laris ini dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, dimana jaman dulu doa ini diyakini bisa membuka pintu rezeki dari usaha dagang yang kita lakukan.

BISMILLAHIRROHMAANIRRROHIIM. WA IZA RO AW TIJAROTAN AW LAHWANIN FAZZU ILAIHA WATARO KUKA KO IMAN KUL MAA NGINDAL LOHI HOIRAN MIN NAL LOHI WAMINAT TIJAA ROTI, WAL LOHHU HOIRUR ROZIKIN.

  1. Dibaca kala hendak membuka toko.
  2. Bacalah sebanyak 7 kali.
  3. Tiap berakhir membaca, tiupkan ke telapak tangan kamu serta ke dagangan kamu.
  4. Bayangkan kamu jadi sukses, hari ini dagangan kamu laris serta banyak pelanggan.
  5. Bacalah diiringi hasrat yang baik, tulus dalam hati buat mencari rezeki yang diridhoi ALLAH.

12 Metode Berdagang Rasulullah Supaya Sukses

Tidak cuma bagaikan Nabi utusan Allah buat menyebarkan agama Islam, Dia pula diketahui bagaikan orang dagang yang populer serta sukses. Sebagian kaidah metode berdagang Rasulullah semacam berikut:

  • Diniatkan sebab Allah SWT( Lillahi Ta’ ala)

Dasar utama Rasulullah SAW berdagang ialah atas hasrat sebab Allah, lillahi Ta’ ala. Bukan buat memupuk harta, mencari keuntungan sebanyak- banyaknya maupun buat menarik perempuan.

  • Berlagak jujur

Dalam menempuh kegiatan kesehariannya, tercantum berdagang, Rasulullah SAW diketahui hendak kejujurannya. Dia tidak sempat kurangi takaran timbangan, senantiasa berkata apa terdapatnya tentang keadaan benda, baik itu kelebihannya maupun kekurangan benda tersebut. Apalagi tidak tidak sering Rasul melebihkan timbangan buat mengasyikkan konsumennya.

  • Menjual benda bermutu bagus

Prinsip selanjutnya yang dianut oleh Rasulullah SAW dalam berdagang ialah melindungi mutu benda jualannya. Dia tidak sempat menjual beberapa barang cacat. Karena itu hendak merugikan pembeli serta dapat jadi dosa untuk sang penjual.

  • Mengambil keuntungan sewajarnya

Acapkali kita jumpai pedangan ataupun pebisnis yang menjual barangnya dengan harga jauh lebih mahal dari harga aslinya. Mereka berupaya mengambil laba setinggi bisa jadi tanpa memikirkan keadaan konsumen.

Taktik semacam ini tidak sempat dicoba oleh Rasulullah SAW. Tidak hanya menyalahi agama, menjual benda dengan harag sangat mahal pula membuat dagangan kita kurang laku.

  • Tidak Membagikan Janji( sumpah) berlebihan

Kala berdagang hendaknya jangan membagikan janji ataupun sumpah- sumpah kelewatan. Misalnya,“ benda ini tidak hendak rusak sampai setahun”. Kita tidak ketahui apa yang hendak terjalin, seluruh perihal bisa berganti atas izin Allah SWT. Hingga itu, janganlah mengklaim benda ini luar biasa bagus, luar biasa awet serta sejenisnya.

  • Silih menguntungkan kedua belah pihak

Metode berdagang rasulullah berikutnya dengan mengutamakan prinsip silih menguntungkan dan suka sama suka antar pembeli serta penjual. Tidak terdapat yang ditutupi- tutupi dari benda dagangannya. Serta wajib menggapai konvensi bersama, baik dalam harga, tipe benda, serta metode membagikan benda tersebut kepada pembeli.

  • Tidak melaksanakan penipuan

Dalam berdagang Rasulullah SAW pula tidak sempat melaksanakan penipuan. Butuh dikenal kalau aksi menipu pembeli, sekecil apapun serta dalam wujud apa saja itu pasti dilarang oleh agama.

  • Tidak menjelek- jelekan dagangan orang lain

Bila kita hendak berdagang, hendaknya jalani secara benar setimpal syariat agama. Tidak butuh kita menjelek- jelekan dagangan orang lain dengan tujuan supaya seluruh konsumen lari mengarah kita. Perbuatan itu dosa!

  • Berlagak ramah dengan pembeli

Berlagak ramah, santun serta senantiasa tersenyum kepada pembeli pula ialah metode berdagang Rasulullah SAW. Apabila kita dapat berlagak baik dengan pembeli, hingga pembeli tentu pula bahagia. Kebalikannya bila kita menampilkan wajah judes serta cemberut pasti pembeli hendak malas serta kabur, tidak hendak membeli di tempat kita lagi.

  • Membagikan upah kepada karyawan pas waktu

Perihal berarti lain yang butuh dikenal, bila Kamu mempunyai seseorang karyawan hingga bagikan upah kepada karyawan tersebut dengan pas waktu.

  • Tidak gampang putus asa

Seseorang pedangan tidak hendak dapat sukses bila gampang berputus asa. Butuh Kamu tahu kalau seluruh seuatu memerlukan proses. Demikian juga dengan berdagang ataupun berbisnis. Tidak bisa jadi cuma sebulan, 2 bulan, ataupun 3 bulan Kamu sukses mencapai untung berlipat ganda serta tiba- tiba jadi kaya.

  • Tidak melupakan ibadah

Kunci utama keberhasilan Rasul SAW dalam berdagang ialah tidak melupakan ibadah.

Demikianlah cara berdagang Rasulullah agar usaha semakin maju dan laris manis.

Untuk Anda yang ingin mendapatkan Tasbih Rezeki yang InsyaAllah dapat membuka aura rezeki, melancarkan karir dan usaha, melariskan dagangan, silahkan menghubungi asisten Diva Aura di kontak berikut:

➡️ Telp/sms/wa : 082242102999
➡️ Whatsapp : 085865642015