Makna Tradisi Ruwatan Bagi Masyarakat Jawa

Ruwatan

Ruwatan merupakan sebuah tradisi jawa kuno yang biasanya juga disebut dengan buang sengkolo. Dengan adanya ruwatan ini diharapkan seseorang akan terbebas dari segala kesialan. Energi negatif dari pengaruh ghaib dan sebagainya bisa menyebabkan hidup seseorang kurang beruntung dan selalu saja mengalami kegagalan. Dan disitulah tujuan dari adanya seseorang atau sebuah daerah melakukan sebuah ritual ruwatan.

Sebuah prosesi ruwatan itu sendiri merupakan usaha batin dengan memohon doa kepada Yang Maha Kuasa. Meminta perlindungan dan diberi kemudahan atas segala usaha yang dilakukannya. Hal ini sangat penting bagi masayarkat jawa yang masih sangat kental dengan nuansa mistisnya. Bisa diakatakan ruwatan ini sama sekali tidak mengandung kata syirik seperti kebanyakan orang pikirkan. Karena memang dalam ritualnya tidak ada campur tangan makhluk ghaib atau jin.

Jika ruwatan tidak dilakukan, maka menurut keyakinan mereka akan datang sebuah bencana atau hidup seseorang tersebut tidak akan mujur. Keyakinan kuat yang mendarah daging ini sampai sekarang masih tertanam dipikiran masyarakat kejawen. Selain memiliki makna tradisi pembersihan jiwa, ruwatan ini juga bisa dikatakan sebuah upacara adat jika dilakukan banyak orang. Misalkan prosesi larung sesaji ke laut itu merupakan bentuk dari sebuah ruwatan yang diadakan tiap tahun.

Dan seiring perkembangan jaman ruwatan bisa beralih bahasa dan bisa disebut sekarang buka aura. Pada intinya tujuannya adalah sama namun tekniknya saja yang agak berbeda. Pembersihan energi negatif dari seseorang  tersebut akan memancarkan aura positif yang menjadikan orang tersebut tampak lebih menarik,berwibawa,cantik mempesona dan sebagainya.

Ada berbagai macam cara dalam melakukan prosesi ruwatan buang sengkolo untuk seseorang. Diantaranya adalah mandi kembang di tengah malam dengan menggunakan kembang setaman tujuh rupa. Dan dibalut kain mori orang tersebut dimandikan secara merata dari ujung kepala sampai ujung kaki. Setelah itu menggunakan minyak 3 macam yaitu minyak misik, minyak asma, dan minyak zafaron sebagai pelengkap ritual ruwatan. Dan ada juga dengan cara mandi air garam yang dimana garma tersebu telah diritualkan menggunakan minyak seribu bunga oleh seorang pakar spiritual.

Garam ruwatan juga biasa digunakan untuk tempat usaha agar tidak diganggu makhluk ghaib dan mengalami kesialan seperti pencurian dan sebagainya. Atau bisa juga rumah yang akan dibangun bisanya dilakukan ruwatan agar penghuni ghaib sebelumnya pergi dan tidak kembali untuk mengganggu ketentraman.