Menguak Rahasia Alam Jin Yang Masih Menjadi Misteri

Jin adalah makhluk ghaib yang bersam-sama manusia mendiami alam semesta. Jin  berasal dari bahasa araba yang artinya: terselubung. Oleh karena itu keberadaanya tidak bisa dilihat oleh mata telanjang kecuali orang-orang yang telah dibukakan hijab ghaib pemisah antara alam manusia dengan alam jin.

Padahal jika kita mengetahui bahwa jin tersebut juga hidup bersam-sama kita. Ia bisa hidup di dalam rumah yang dihuni manusia, atau berkebun pada lokasi yang sama dengan kebun kita. Hanya karena kebijakan dari Tuhan Yang Maha Pengasih maka diberikan hijab (penutup) agar manusia tidak bisa melihat alam jin.

Jin memiliki kewajiban sebagaimana yang diberikan kepada manusia. Jika ada yang membedakan hanyalah unsur dasar penciptaannya. Manusia diciptakan dari unsur-unsur tanah dan jin diciptakan dari unsur api.

Perbedaan yang lain diantaranya: Jin bisa melihat manusia tapi manusia tidak bisa melihat jin. Manusia hidup mencapai umur kurang dari seratus tahun, sementara jin bisa mencapai ratusan tahun.

Sedangkan dalam banyak hal jin memiliki kesamaan dengan manusia seperti kewajiban beribadah. Dalam banyak hal antara budaya jin dan manusia hampir sama. Seperti dalam menuntut ilmu, jin dan manusia memiliki keinginan untuk belajar. Dalam hal biologi pun antara jin dan manusia memiliki kesamaan. Mereka juga berkembang biak melalui perkawinan.

Wujud Dari Jin

Hampir setiap disiplin ilmu metafisika selalu memberikan informasi yang berbeda-beda mengenai bentuk jin. Perbedaan ini sebenarnya amat wajar, karena jin memiliki keanekaragaman dalam bentuk berdasar etnis atau golongannya. disamping itu mereka (para jin) juga memiliki kehalian didalam menampakkan diri dalam wujud yang selalu berubah-ubah sesuai kehendaknya.

Pada sebagian ahli hikmah mengatakan bahwa wujud jin adalah tidak jauh beda dengan manusia. Tetapi dalam bentuk penjelmaan tersebut apabila terjadi persentuhan dengan manusia, suhu badan jin terasa dingin. Yang muslim umumnya wangi dan selalu berpakaian sesuai tuntutan agama.

Namun pengihatan dalam bentuk penjelmaan tidak bisa dipastikan bahwa yang di depan manusia yang melihat itu merupakan bentuk jin yang sesungguhnya. Hakikat dari bentuk jin hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Sedangkan keterangan dari manusia tak lebih dari apa yang dilihatnya. Sehingga wajar saja jika antara satu orang dengan yang lain berbeda pandangan di dalam menjelaskan apa dan bagaimana bentuk jin itu.