Rahasia Mendatangkan Keberuntungan Dari Arah Tak Teduga

Dalam kehidupan ini banyak hal yang misterius. Kenyataan sering berbicara, apa yang terkonsep berdasarkan hukum -hukum alam itu justru meleset. Sebaliknya, banyak hal terjadi bukan karena “rekayasa” manusia. Disitu nampak, hanya Allah saja yang paling kuasa dan Ia memang Yang Maha Kuasa.

Ingin bukti tentang kemisteriusan itu? Tengok saja apa yang sering dialami orang-orang di sekitar anda, atau bahkan apa yang anda alami sendiri. Dalam hal keberuntungan misalnya, banyak orang meraih keberhasilan atau keberuntungan (terkadang) melalui proses yang tidak terdugaduga. Sampai-sampai ada yang mengibaratkan. Keberuntungan itu bak seekor kupu-kupu. Yang terbang ketika dikejar, dan hinggap ketika kita diam.

Tentu, makna dari ungkapan ini tidak bertujuan untuk menghimbau agar khalayak pembaca rendah etos kerjanya, ongkang-ongkang dan menunggu datangnya keberuntungan. Manusia tetap wajib ikhtiar. Justru seseorang itu zalim, apabila dia tidak memiliki pekerjaan atau lahan yang diharapkan bisa menjadi lahan penghidupannya.

Seseorang yang tidak memiliki pekerjaan justru sangat mungkin terjerumus dalam sifat tamak (mengharap belas kasih orang lain) dan ajaran agama mengatagorikan manusia semacam ini dengan predikat “Yang Tercela”. Agama sangat menghargai orang-orang yang kuat etos kerjanya. Sampai-sampai Rasulullah SAW bersabda, seseorang yang malam hari terlelap dalam tidur karena kelelahan bekerja keras pada siang harinya, sesungguhnya ia tertidur dalam ampunan dosa.

Sikap yang tegas dalam kerja (ikhtiar) pun dicontohkan oleh para sahabat Nabi. Sehingga, ketika seorang pemuda didapati siang hari -waktu dhuha- beribadah dan terus berdoa, mohon rezeki, sahabat itu menyuruhnya untuk pergi berniaga ke pasar. Dan seorang pengemis yang memiliki fisik kuat, ketika mendatangi Rasulullah pun disarankan untuk menjual satu dari dua jubah yang dimilikinya.

Beliau menyarankan agar hasil dari penjualan (satu) jubah, itu digunakan untuk membeli kapak. “Mencari kayu ke gunung lebih terhormat dibanding meminta-minta,” sabda Rasulullah SAW Walau agama sangat menghargai orang-orang yang kuat dalam ikhtiar, namun bukan ikhtiar itu satu satunya sarana mencapai keberhasilan.

Keberhasilan itu sebagai hasil akhir dari sekian banyak komponen yang terlibat di dalamnya, apakah itu kuatnya ikhtiar, istikomahnya doa maupun karunia dari Allah Yang Maha Pengasih. Dalam hal ini yang secara khusus mengupas tentang cara-cara batin meraih keberuntungan dan menghilangkan kesialan, sengaja saya kemukakan adanya keseimbangan ikhtiar. Lahir maupun batin Dan itu berarti perpaduan antara kerja dan doa, antara logika dan metafisika.

Dari segi spiritualnya, silakan anda melakukan wirid menggunakan Tasbih aura kerezekian untuk Mendatangkan Keberuntungan Dari Arah Tak Teduga. Dan jika anda ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Tasbih Aura kerezekian, silakan klik  disni atau langsung hubungi 082242102999